PERKAWINAN BEDA AGAMA,NEGARA,DAN SUKU

Senin, November 29th, 2010

Pernikahan beda agama

Memang menjadi permasalahan kompleks dan krusial karena ini menyangkut mempersatukan dua orang yang berbeda keyakinan untuk melakukan pernikahan dan membangun rumah tangga yang notabene bertujuan untuk kebahagiaan dan keharmonisan.

Namun perbedaan agama atau keyakinan dan tidak adanya salah satu pihak yang mengalah untuk mengikuti agama pasangannya inilah yang menjadi problematika dan efek dari perbedaan agama ini juga akan mempengaruhi kelangsungan dan kelanggengan berumah tangga kelak.

Dalam hokum agama Islam, Jelas dinyatakan bahwa pernikahan beda agama adalah diharamkan dan bagi yang umat islam yang melanggarnya dan nekat melakukannya maka akan terjebak dalam perzinahan sepanjang pernikahannya tersebut. Maka dari itu sebisa mungkin memang dianjurkan untuk menikah dengan yang satu agama saja.

Yang jelas menurut saya sendiri, pernikahan beda agama adalah sesuatu yang aneh dan tidak mungkin dilakukan karena bagaimanapun kebahagiaan yang di dapat dalam pernikahan tersebut hanyalah semu belaka . karena pada akhirnya kita juga yang menanggung dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah SWT.

Pernikahan beda Negara

Pernikahan beda negara atau menikah dengan orang asing adalah suatu hal yang sangat pelik. Pasalnya, berbagai persoalan kerap mengiringinya. Sebutlah dari mulai hubungan jarak jauh, ketidaksejutuan orang tua, tahap membina rumah tangga, pengasuhan anak dan tanggung jawab keluarga. Belum lagi perbedaan bahasa, budaya, gaya hidup, dan pola pikir yang jelas sekali.

Sepertinya akan lebih rumit lagi jika urusan nikah ini ditarik lebih jauh kemasalah imigrasi, perjanjian pranikah, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), tantangan dari negara (kebijakan, aturan hukum dan perundang-undangan), masyarakat maupun dari dalam keluarga sendiri. Yang jelas, bagi yang berminat menikah lintas negara, bersiaplah untuk memupuk kesabaran dan kesungguhan yang ekstra.

Bila ada dua latar belakang kebudayaan yang berbeda yang dibangun dalam satu atap, maka yang ada pastilah take and give, push and pull, bagaimana mensikronkan pribadi, kepercayaan, dan perilaku demi keseimbangan kehidupan pernikahan.

Menyangkut kewarganegaaran anak-anak dari pernikahan beda negara, Indonesia sudah mengaturnya dalam UU Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan dan UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan

Pernikahan beda suku

perkawinan antar suku sekalipun bukanlah suatu masalah . karena menurut saya,kita hanya manusia biasa yang tidak bisa memilih ingin di lahirkan di keluarga apa , dan suku apa . yang saya ketahui kita di lahirkan dengan akal budi dan pikiran hasil dari buah kasih sayang orang tua kita .

hanya itu saja menurut saya .

 

 

 

Sumber : Google

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: