SISTEM OPERASI LINUX

Minggu, November 28th, 2010

Sisitem Operasi Linux

1. Linux Dan Sejarahnya

 

Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat

populer untuk computer, Istilah Linux atau GNU/Linux (GNU) juga digunakan

sebagai rujukan kepada keseluruhan distro Linux (Linux distribution), yang di

dalamnya disertakan program-program lain pendukung sistem operasi.

Contoh program tersebut adalah server web, bahasa pemrograman,

basisdata, tampilan desktop (Desktop Environment) (seperti GNOME dan

KDE), dan aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice,

Abiword, Gnumeric. Distro Linux telah mengalami pertumbuhan yang pesat

dari segi popularitas, sehingga lebih populer dari versi UNIX yang

menggunakan sistem lisensi dan berbayar (proprietary) maupun versi UNIX

bebas lain yang pada awalnya menandingi dominasi Microsoft Windows

dalam beberapa sisi. Linux mendukung banyak perangkat keras komputer,

dan telah digunakan di berbagai peralatan dari komputer pribadi,

superkomputer dan sistem benam (embedded system), seperti telepon

seluler (Ponsel) dan perekam video pribadi. Pada awalnya, Linux dibuat,

dikembangkan, dan digunakan oleh peminatnya saja. Kini Linux telah

mendapat dukungan dari perusahaan besar seperti IBM dan Hewlett-

Packard. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan ini

dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence),

biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan

versi UNIX proprietari, serta faktor keamanan dan kestabilannya

dibandingkan dengan Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas

keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka

(opensource software).

Linux ini disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU

General Publi License (GPL), yang berarti source code Linux juga tersedia

bagi publik. Linux dikembangkan oleh perorangan maupun kelompok yang

bekerja secara sukarela. Para pengembang Linux memanfaatkan jaringan

Internet untuk melakukan tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan

membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik biasanya

bergabung dalam pengembangan Linux ini. Pengembangan Linux pertama

kali dilakukan oleh Linux Benedict Torvalds pada tahun 1991 di Universitas

Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari

banyak programmer dan pakar UNIX di Internet. Linux ini bisa diperoleh dari

beberapa distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian,

Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.

 

a. Kelebihan linux

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat

dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau

menggunakan Linux.

2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem

operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun,

kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat

dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.

3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat

alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source

as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan

cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.

4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan,

hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus,

spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux.

Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus

menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti

dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah

terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data

maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang

menunjang argumen ini:

1. Linux dan Virus.

2. Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan

Linux.

5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi

UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang

merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang

ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-

Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga,

tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server

dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server

dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7

% (dapat dibaca di eweek.com).

6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better

backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah

berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik

di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang

dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan

menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca

artikel “Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux“).

Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru

tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows,

kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat

keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows

Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak

dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus

beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli

perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras

minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi

ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat

dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah tidak didukung lagi oleh

Microsoft.

 

b.Kekurangan Linux

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih

‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan

atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.

2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak

terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang

didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau

LinuxHardware.org.

3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows.

Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi

ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak,

maka kita harus men-download satu per satu package yang

dibutuhkan beserta dependencies-nya.

4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like

(seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini.

Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang

suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.

 

2. Perintah Dasar Linux Dan Filesystem

 

a) Perintah Dasar Linux

Perintah untuk berbagai operasi dasar di sistem operasi linux, beserta

penjelasannya, dapat saudara lihat pada tabel yang telah penulis susun

sebagai berikut:

Perintah Keterangan

any_command —

help

Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah.

“–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.

ls

Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya

berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering

dibuatkan alias ls –color, agar pada waktu di ls ditampilkan

warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk

execute, dsb.

ls -al

Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden,

lalu ditampilkan layar per layar.

cd directory

Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan

menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd – akan

menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.

cp source

destination Mengopi suatu file

mcopy source

destination

Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh <tt>mcopy

a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command

yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd,

mformat….

mv source

destination Memindahkan atau mengganti nama file

ln -s source

destination

Membuat Simbolic Links, contoh <tt>ln -sf

/usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic

link dari file XF86_SVGA ke X

rm files Menghapus file

mkdir directory Membuat direktori baru

rmdir directory Menghapus direktori yang telah kosong

rm -r files

(recursive remove) Menghapus file, direktori dan

subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila

anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat

menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas,

tidak ada perintah untuk undelete di Linux

more Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more,

maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.

less filename

Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila

ingin keluar,

pico filename Edit suatu text file.

pico -w filename

Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap,

sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.

lynx file.html

Melihat file html atau browse ke net dengan text mode,

dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx

adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila

anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.

tar -zxvf

filename.tar.gz

Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file

tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg

diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf

filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt

tar -xvf

filename.tar Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).

gunzip

filename.gz

Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan

menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda

menginginkan mengompress file.

bunzip2

filename.bz2

Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti

“bzip2”, digunakan pada file yang besar.

unzip

filename.zip

Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti

“unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.

find / -name

“filename”

Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan

direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard

(*,?).

locate filename

Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan

cepat dari perintah di atas.

pine

Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi

favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai

email yang sangat customize, yaitu mutt ,

talk username1

Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login

pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename</t>

untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan

percakapan, ketikkan <tt>talk username2. Jika seseorang mencoba

untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu,

anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak

pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk

melihat siapa user yang mengganggu tersebut.

mc

Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya

“Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan

bagus.

telnet server

Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain

dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama

mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan

prompt login name dari mesin tersebut, masukkan

passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di

mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda

dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk

mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman,

setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan

password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk

mengakses mesin secara remote.

rlogin server

(remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain.

Loginname dan password, tetapi apabila account anda

tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan

kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga,

gunakan ssh sebagai gantinya.

rsh server

(remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke

remote machine. Apabila login name/password anda sedang

dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan

berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.

ftp server

Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file

ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari

keluarga ssh sebagai gantinya.

minicom

Program Minicom (dapat dikatakan seperti

“Procomm/Hyperterminal for Linux”).

./program_name

Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak

terdapat pada PATH anda

xinit Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).

startx

Menjalankan X-window server dan meload default windows

manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan

Win3.1

startx — :1

Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1

(default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan

banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar

GUI gunakan <Ctrl><Alt><F7>, <Ctrl><Alt><F8>, etc, tapi ini

akan lebih banyak memakan memori.

xterm

(pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk

keluar ketikkan exit

xboing

(pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games

lama …..

gimp

(pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus,

bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang

membedakan adalah program ini gratis.

netscape

(pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu

tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7

netscape -display

host:0.0

(pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang

aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama

host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk

mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan

perintah xhost

shutdown -h now

(sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk

remote shutdown. Gunakan <Ctrl><Alt> untuk shutdown pada

konsol (dapat dijalankan oleh user).

halt

reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple

dari perintah di atas.

man topic

Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai

dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari

viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat

dengan cara any_command –help.

apropos topic Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..

pwd Melihat direktori kerja saat ini

hostname

Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang

bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk

merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file

/etc/hosts

whoami Mencetak login name anda

id username Mencetak user id (uid) atau group id (gid)

date

Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer,

contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57

dengan perintah; date 123123572000

time

Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu

proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah

date

who Melihat user yang login pada komputer kita.

rwho -a

Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan

perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root

untuk mengaktifkannya.

finger username Melihat informasi user, coba jalankan; finger root

last Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.

uptime Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang,

terhitung proses reboot terakhir.

ps

(=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh

user

ps axu

Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa

terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap

proses.

top

Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan

cpu.

uname -a Informasi system kernel anda

free Informasi memory (dalam kilobytes).

df -h

(=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh

system (in human-readable form)

du / -bh

(=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk

setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).

cat /proc/cpuinfo

Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan

merupakan file nyata (not real files).

cat

/proc/interrupts Melihat alamat interrupt yang dipakai.

cat /proc/version Versi dari Linux dan informasi lainnya.

cat

/proc/filesystems Melihat filesystem yang digunakan.

cat /etc/printcap Melihat printer yang telah disetup

lsmod (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load.

set Melihat environment dari user yang aktif

echo $PATH

Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan

untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik.

Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.

dmesg

Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot.

(menampilkan file: /var/log/dmesg).

clear Membersihkan layar.

adduser Menambah pengguna.

b) Filesystem Linux

Ketika awal mula mencoba Linux kemudian mengeksplorasi direktory dan filefilenya,

ada kemungkinan timbul pertanyaan-pertanyaan. “Apa maksud dari

Home Directory, Root Folder (/), /etc, /var/, /boot, /home?” “Apakah Linux

mengenal istilah ‘Drive A’, ‘Drive C, D’?” “Mengapa tidak ditemukan file

program seperti .exe, .com, dll di dalam Linux ?”

Untuk mengerti filesystem di Linux, kita perlu sedikit mengubah pengertian

yang telah kita anut selama ini terhadap filesystem, khususnya filesystem di

system operasi Windows. Oleh karena itu, modul ini memerlukan asumsiasumsi

sebagai berikut :

1. Pemahaman terhadap filesystem di Windows

2. Pemahaman komputer secara umum, misalnya apa itu direktori, dsbnya.

Dalam modul ini, yang dimaksud dengan filesystem adalah suatu cara

pengorganisasian file dan direktori di dalam suatu media penyimpanan

(misalnya harddisk).

1. Direktori / Partisi

Filesytem di dalam Linux sebenarnya ada persamaan dengan Windows,

misalnya kedua OS ( Operating System ) ini sama-sama mengenai istilah

‘root directory’. Di dalam Windows tidak terdapat direktori bernama ‘root’, tapi

sebenarnya yang dimaksud dengan root direktori dalam Windows adalah

ketika user berada dalam prompt C:/. Root direktori ini adalah tempat awal

dimana nantinya semua direktori akan bercabang.

2. Linux Tidak Mengenal ‘Drive C, Drive D’ Dll

Disinilah perbedaan cara organisasi file dari Linux. Kita bisa katakan bahwa

/etc, /boot, dll itu adalah ‘partisi’ seperti yang dikenal dalam Windows

(walaupun tidak sama persis. Sebab Windows hanya mengenal 1 partisi

utama dan partisi extended. Sedangkan di dalam Linux kita bisa membuat

direktori atau partisi itu sangat banyak). Jadi /etc, /boot, /home itu bisa

dikatakan sebagai partisi, tetapi jangan mengunci dalam pengertian

filesystem Windows.

Sebenarnya kita bisa saja membuat direktori bernama ‘C’ atau ‘D’, tapi hal ini

tidak ada gunanya atau hubungannya dengan organisasi file/direktori dalam

Linux.

Dalam Linux, file-file dikelompokkan lebih berdasarkan fungsi, jadi misalnya:

semua file konfigurasi akan berada dalam direktori /etc. Sedangkan Windows

menggolongkan file berdasarkan Program, Misalnya program WinZip, maka

boleh dibilang semua file program WinZip akan berada dalam direktori

C:/Program Files/Winzip (kecuali bila diinstall dalam direktori lain).

3. Penamaan File

Sistem penamaan file di dalam Linux lebih fleksibel. Dalam artian, tidak

semua file memerlukan extension seperti halnya di dalam Windows. Jadi

tidak akan ditemukan file berextension ‘exe’ atau ‘com’ di dalam Linux. Filefile

aplikasi di Linux tidak memerlukan extension. Extension file dalam Linux

hanya berguna untuk menandakan apa fungsi dari file itu, misalnya extension

‘conf’ untuk file konfigurasi (misalnya: named.conf), extension ’sh’ untuk file

script.

4. Device = Nama File

Satu lagi yang menarik dari Linux. Device-device seperti floppy disk,

harddisk, CDROM, modem, dll, ditulis dalam bentuk sebuah file. Device

?device tersebut dapat dilihat dalam direktori /dev/ (device).

5. Daftar Direktori Dalam Linux

Seluruh informasi yang tersimpan dalam Linux berada pada sebuah struktur

file. Sistem file yang tersusun dalam direktori-direktori

yang menyerupai struktur tree (seperti pohon dengan akar berada diatas dan

cabang dibawah).

/

(root!)

|

|

—————————————————————-

| | | | | | | | |

| | | | | | | | |

/bin /boot /dev /etc /home /lib /tmp /usr /sbin

|

|

—————–

| |

/home/andi /home/sabar

/ = root direktory

/home = direktori tempat user menaruh filenya. Jadi misalnya user andi akan

memiliki direktori home sbb: /home/andi/

/etc = direktori tempat semua file konfigurasi, baik dari program aplikasi

maupun system Linux.

/bin = direktori tempat binary dari program-program yang bisa dijalankan.

/sbin = sama seperti /bin, tapi khususnya untuk program-program yang

berkaitan dengan system.

/tmp = sama seperti direktori direktori temp pada Windows, namun pada

Linux direktori /tmp ini akan dihapus secara periodik

/usr = direktori yang berisi file-file program yang tidak kritis/penting sekali.

/var = direktori tempat menaruh file-file yang berubah-ubah terus, seperti file

log, dan mail.

/boot = direktori tempat menaruh file-file yang berkaitan dengan proses

booting dari Linux

/dev/hda = harddisk IDE pertama Anda

/dev/hda1 = partisi pertama pada harddisk IDE pertama

/dev/hdb2 = partisi kedua pada harddisk IDE kedua

/dev/fd0 = floppy drive pertama

/dev/ttyS1 = serial port yang pertama

/dev/hdc = biasanya CDROM

/dev/sda = device pertama pada SCSI controller

 

Game pada Linux :

Siapa bilang linux bukan buat gamer? Malahan game-game linux yg sifatnya opensource dan gratis ini jauh lebih aduhai dibandingkan dengan game windows. Sampai2 pernah ada temen bilang, yg gratisan aja udah segini bagusnya apalagi yg beli??? Berikut saya akan mencoba mereview game under linux guna sedikit mencairkan pendapat bahwa linux bukan buat game!

Bagi anda yang pernah main game X-Com akan familiar dengan cara bermain game UFO Alien Invasion ini, karena pada dasarnya game ini adalah re-make dari game X-Com dengan perbaikan pada gambar dan kemampuan multiplayer.

Sejak idsoftware merelease source quake 2 dalam bentuk GPL, banyak programmer-programmer game berlomba membuat dengan basis software quake ini sebagai enginenya. Namun tidak seperti game-game yang memanfaatkan engine ini sebagai basisnya, UFO Alien Invasion merupakan salah satu yang unik, karena bisa dibilang anda tidak akan menemukan ‘gaya’ quake pada game ini. Game ini dibuat dengan model turn base dan helikopter view sebagaimana tujuan pembuatan game ini sebagai re-make dari game X-Com.

Gameplay
Game ini dimulai dengan tampilan peta dunia (Geoscape), anda harus menjalankan misi dengan mengklik daerah dimana alien muncul pada peta dunia ini dan dilanjutkan dengan mempersenjatain pasukan anda dengan mengklik Equip.

Selanjutnya anda diperkenankan memilih anggota pasukan anda, anda harus memperhatikan beberapa indikator seperti Strength, Dexterity, dan indikator lainnya karena hal ini akan mempengaruhi kemampuan pasukan anda dalam mempertahankan bumi dari serangan mahluk asing. Berikut fungsi-fungsi indikator yg ada:

Strength:
Indikator ini menunjukkan kemampuan anggota anda mengangkat senjata, semakin tinggi akan semakin banyak senjata yang bisa dibawa anggota anda. Indikator ini juga akan mempengaruhi kemampuan bergerak pasukan anda nantinya.

Dexterity:
Indikator ini menunjukkan seberapa mampu anggota anda membidik lawan.

Swiftness:
Semakin tinggi indikator ini akan semakin jauh pula langkah yang dapat di ambil anggota pasukan anda.

Intelligence:
Saya rasa indikator ini tidak perlu dijelaskan lagi😀

Courage:
Indikator ini menunjukkan keberanian anggota anda, Semakin tinggi akan semakin berani anggota tersebut. apabila courage anggota anda rendah apabila dia melihat temannya tewas tertembak pada saat pertempuran, anggota anda tersebut akan panik dan ketakutan sehingga anda tidak dapat memerintahkannya untuk menembak.

Setelah anda memilih anggota pasukan, anda bisa memilih senjata yang akan mereka gunakan, sesuaikan senjata dengan kemampuan anggota anda. Pastikan snifer rifle untuk anggota dengan Dexterity tertinggi. Anda dapat membeli senjata dengan uang yang akan anda dapatkan setiap kali anda memenangkan pertempuran.

Menginstall program di linux

Mungkin sudah banyak yang tau bagaimana cara menginstall program di linux namun ada baiknya saja saya menambahkan catatan saya pada blog ini. Pada dasarnya di linux memiliki beberapa macam cara menginstall software dan biasanya setiap distro juga memiliki cara yang berbeda dalam menginstall sebuah program.

Cara menginstall program di linux dibagi menjadi beberapa bagian;
1. mengcompile dan install program dari source
2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
4. menginstall program di mandriva
5. menginstall program di fedora menggunakan yum
6. menginstall paket di slackware
7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

Berikut saya akan tuliskan caranya bagaimana cara menginstall software di linux berdasarkan kategori yang telah saya kelompokkan diatas;

1. mengcompile dan install program dari source
Biasanya aplikasi yang diinstall dari source akan berekstensi “.tar.gz”, “.tar.bz2″, “. zip”, dan biasanya sebelum menginstall program tersebut ada beberapa orang yang lebih suka menaruh file-file tersebut sebelum diinstall di /usr/local/src/ tetapi ini bukan suatu keharusan bisa ditaruh dimana saja. Langsung saja ke tahap selanjutnya mulai menginstall, pertama-tama buka terminal atau command prompt anda lalu langsung menuju ke dimana anda menaruh file tersebut, lalu lakukan hal ini, sesuaikan dengan ekstensi file anda.

[ file dengan ekstensi .tar.gz ——> tar -xzvf <nama file> ]

[ file dengan ekstensi .tar.bz2 ——> tar -jxvf <nama file> ]

[ file dengan ekstensi .zip ——> unzip <nama file> ]

setelah melakukan hal tersebut maka file anda akan terekstaks secara otomatis akan membuat sebuah folder, lalu buka file tersebut dengan

[ cd <nama file> ]

langkah selanjutnya adalah tinggal tinggal melakukan pre-installation dengan menuliskan

[ ./configure ]

[make]

[make install]
sampai disini sudah selesai, namun ada baiknya sebelum melakukan instalasi program anda membaca manual dalam menginstall program tersebut biasanya ada di INSTALL atau README.

2. menginstall program berekstensi RPM dari Redhat Packet Manager
Untuk menginstall program dengan ekstensi ini sangat mudah biasanya aplikasi ini di pakai pada distro redhat dan turunannya, berikut caranya;

[ menginstall program —’ rpm -i <nama file> ]

[ menguninstall program —’ rpm -e <nama file> ]

3. menginstall program menggunakan apt-get bawaan debian
Pada distro debian danturunannya dikenal apt-get untuk menginstall program, namun ada yang lebih penting selain aplikasi tersebut yaitu kita arus menset source-list yaitu alamat yang digunakan untuk aplikasi tersebut menginstall program in iberguna apabila kita menggunakan aplikasi apt-get ini secara online. Biasanya alamat tersebut ditambahkan di /etc/apt/source.list dengan cara buka dengan aplikasi editor anda lalu tambahkan alamat-alamat yang berisi source-list program.

Setelah melakukan perubahan source.list ada baiknya kita melakukan

[ apt-get update ] untuk mengupdate source.list yang kita miliki.

Langkah selanjutnya adalah mengintall program menggunakan apt-get

[ install —’ apt-get install <nama program> ]

[ uninstall –’ apt-get remove <nama program> ]

4. menginstall program di mandriva
Untuk menginstall program di mandriva dapat dilakukan dengan cara

[ install –’ urpmi <nama program> ]
[ uninstall –’ urpme <nama program ]

5. menginstall program di fedora menggunakan yum
Pada dasarnya cara menginstall menggunakan yum hamper sama dengan menggunakn pt-get di debian berikut caranya

[ yum update ]

[ yum install <nama program> ]

[ yum remove <nama program> ]

6. menginstall paket di slackware
menginstall paket di slackware lebih gampang lagi tinggal masuk ke root kemudian;

[ install -’installpkg <nama program.tgz> ]

[ uninstall –’ removepkg <nama program.tgz> ]

atau bisa juga menggunakan
[ pkg tool ]

selain itu kita juga bisa mengubah file berekstensi rpm ke format tgz dengan cara yang sangat mudah

[rpm2tgz <nama paket.rpm>]

7. menginstall file binary (.BIN/ .SH)

untuk menginstall program binary ada beberapa langkah yang pertama pastikan file tersebut dapat dieksekusi berikut caranya;

[ chmod +x nama program.bin], kemudian

[ ./nama program.bin]

[sh nama program.sh]

Mungkin ini hanya beberapa cara saja dari banyak cara dalam menginstall program di linux namun ini sudah cukup untuk mengenal dan menginstall program di linux

Catatan :
” Cara diatas semuanya dilakukan menggunakan console/terminal/ command-prompt di linux.
” biasanya dalam menginstall program hanya bisa dilakukan oleh root, maka masuklah sebagai root untuk menginstall program-program tersebut. Ada beberapa cara masuk ke root bisa menggunakan [su], atau bisa juga menggunakan [sudo su].
” Selain cara menginstall diatas mungkin anda bisa menggunakan aplikasi GUI yang juga bisa digunakan untuk menginstall program, sebagai contoh di debian dan ubuntu bisa menggunakan synaptic packet manager.

Pengguna Linux

Linux populer digunakan di lingkungan pemerintahan (khususnya di USA) dan industri. Pada banyak kasus pilihan terutama disebabkan pertimbangan harga. Tetapi kemudian dibuktikan bahwa ini merupakan pilihan yang tepat berdasarkan aspek yang lainnya pula.

Linux telah menunjukkan penetrasinya di bidang yang lainnya pula yaitu web server dan merupakan sistem operasi pilihan di lingkungan universitas. Juga bagi para pengguna yang menginginkan mempelajari UNIX untuk perkembangan karirnya. Sehingga Linux banyak digunakan untuk perangkat bantu pelatihan.

Linux juga populer dalam penggunanaan sistem embedded dan aplikasi turnkey (siap pakai) termasuk firewall Interwall, router, Point of Sale (POS). Juga ada beberapa penerbit yang menggunakan Linux pada sistem Raster Image Processor (RIP).

Kesimpulan

a) Linux atau GNU/Linux adalah sistem operasi bebas yang sangat

populer untuk computer yang disebarkan secara luas dengan gratis di

bawah lisensi GNU General Publi License (GPL), yang berarti source

code Linux juga tersedia bagi public.

b) Pengembangan Linux pertama kali dilakukan oleh Linux Benedict

Torvalds pada tahun 1991 di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian

Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer

dan pakar UNIX di Internet. Linux ini bisa diperoleh dari beberapa

distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian,

Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain.

c) Linux memiliki banyak kelebihan dibanding system operasi windows

diantaranya : mudah didapat dan gratis,mudah digunakan , tidak

mudah dijangkiti virus atau bisa dikatakan bebas dari virus. Aplikasi –

aplikasinya dapat diperoleh dengan mudah dan gratis. Hampir semua

aplikasi di windows sudah tersedia di linux, sistem operasi linux relatif

stabil atau bisa dikatakan tidak mengenal istilah “hang”.

d) File System Yang Stabil, Linux Mempunyai file system Ext2. File

system jenis inilah yang menjadi file system, standar linux. Beberapa

Distro kecil menggunakan ini sampai sekarang. Selain itu , ada yang

namanya Ext3, ReiserFS,Minix dst.

Saran

Cobalah untuk menggunakan system operasi linux, dan beralih dari

system operasi windows ke system operasi linux.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: